Seorang wanita biasa…
Sangat biasa, seperti kebanyakan ibu-ibu seusia dirinya yang bisa kita temui di pasar-pasar, supermarket, mall-mall, sekolah-sekolah, rumah-rumah makan, dan di tempat mana saja yang memungkinkan sebagai lokasi penyebaran populasi manusia bergender ‘wanita’.
Sebagai mahluk yang sangat menghayati perannya sebagai alien planet venus, secara langsung maupun tak langsung menyebabkan dirinya kadang melankolis, mudah tersentuh, tapi di saat lain bisa meledak, kalau terlalu disakiti… Mungkin juga hal ini akibat Shio Macan yang menaunginya ketika dia lahir, ditambah zodiaknya Scorpio, maka para suhu yang memegang teguh ajaran primbon memperingatkan, untuk jangan main-main dengan Macan maupun Scorpio (si Kalajengking)… Kenapa? Tentu saja karena kalau anda bukan pawang dua mahluk tersebut, pastinya nasib konyol akan menimpa anda…
(Gak mau, kan, tiba-tiba nama dan gambar anda muncul di koran lampu merah dengan judul berita “Seorang manusia ditemukan tewas mengenaskan… karena mencoba mencubit pipi tembem seekor macan betina” atau “Jempol kaki yang terpaksa diamputasi, akibat sengatan seekor kalajengking yang membela diri”)
Hehehe… tapi itu kan kalau Macan dan Kalajengkingnya beneran… Sementara yang satu ini… enggak kok…
Percaya deh…
Benar-benar hanya seorang wanita biasa, yang kadang memang sedikit narsis (maaf, penyakit ini terlalu kronis untuk disembuhkan), tapi tetap berusaha sekuat tenaga hari demi hari mengeksplorasi sisi keibuannya, dengan terus belajar menjadi ibu yang baik… setidaknya bagi dua bidadari kecilnya… Shafa dan Qika…
Dan tentu saja, sebagai seorang istri tercinta (hihi GeeR boleh dwooong!) dari seorang ‘kuli minyak’ yang tengah terdampar di negeri jiran, sebagai TKI.
Seorang wanita biasa yang seperti wanita lain pada umumnya senang berbelanja meski itu sekedar ‘window shopping’ (uhuk, hobi yang paling dibenci para suami…), gemar memasak (tapi kalau yang ini sekaligus memakan juga), senang juga membaca, menulis, menyanyi (ehm.. hobi yang satu ini terus terasah, karena kepiawaiannya melakukan konser tunggal setiap hari di kamar mandi….)
Seorang wanita biasa, yang menamatkan pendidikan dasarnya di TK Aisyiah IV dan SD Angkasa I Bandung, pendidikan menengahnya di SMP Negeri 5 dan SMA Negeri 3 Bandung juga, serta menjadi tukang insinyur akibat lulus dari Teknik Geodesi ITB.
Seorang wanita biasa, yang sepanjang hidupnya sempat tercebur dalam dunia perkuli-an minyak, stop karena menjadi stay at home mom, menjadi pedagang lukisan dan barang-barang seni, menjadi pedagang busana muslim, menjadi guru, menjadi penulis, menjadi relawan LSM Perempuan, dan terakhir kembali menjadi stay at home mom…
Seorang wanita biasa…
Yang tengah berusaha meninggalkan jejak hidupnya, dalam sebuah pojok kecil dunia maya… Dengan harapan, suatu saat kelak, apa yang digoreskannya bisa tetap dikenang setidaknya oleh dirinya… dan orang-orang lain yang membacanya…
Itulah saya…
Viviani Suhar.














