Pernah ketemu dengan orang yang sama alias identik di dunia ini? Sejujurnya saya belum pernah…
Ada yang mirip plek mukanya, tapi yang satu rambutnya ikal yang satu lurus… pernah ketemu yang persis bentuk rambutnya… tapi kulitnya yang satu kuning yang satu coklat… pernah ketemu yang rambutnya sama, kulitnya sama… delalah kok bibirnya yang satu kayak Angelina Jollie yang satu lagi kayak Cameron Diaz… sama-sama cantik… tapi tetep beda versinya…
Aneh? enggak lah… orang bersaudara kandung aja, bisa beda beda kok… saya adik beradik, contohnya… saya termasuk yang beda sendiri kalo ditinjau dari bentuk hidung… adik adik saya (3 orang) pada mancung, lha saya…? alhamdulillah…. mancung juga, tapi ke dalem… hihi…
Lalu adik saya yang nomer dua…. warna kulitnya beda sendiri… putih mulus bersinar terang (doi pewaris tunggal putihnya kulit ayahanda) sementara warna kulit saya dan dua adik lainnya iya putih juga siiih… tapi putihnya tuaa… tuaaa… tuaaaa bangettt…. hihihi…
Nah lho… padahal kami saudara kandung seibu seayah lhooo… tapi ya memang begitulah adanya… nggak ada yang sama…
Jangankan saudara kandung, ternyata orang yang dilahirkan kembar identikpun, tetap saja memiliki perbedaan. SIDIK JARI mereka, ternyata berbeda!
Jadi, berbeda adalah hal yang sangat lumrah… lumrah sekali, bukan…?
Kita memang diciptakan TUHAN dengan berBEDA…
Itu baru dari segi fisik, yang kasat mata, lho…
Bagaimana dengan yang tidak kasat mata? isi hati, cara berpikir…
Pasti beragam juga…
Gak usah jauh-jauh… coba tengok sekeliling kita sendiri… saudara kandung kita… suami / istri kita, atau bahkan ibu kandung yang melahirkan kita ke dunia…
Tidak selamanya kita selalu seiya sekata, bukan…?
Pasti ada kalanya cara pandang kita berbeda, cara menyikapi sesuatu juga bisa berbeda.
Lalu kalau beda kenapa? Ya nggak kenapa-kenapa, kan?
Berbeda bukan berarti nggak bisa bersama, kan… buktinya kita tetap bisa menyayangi adik/kakak kita, orang tua kita, suami/istri kita.
Meski berbeda, sepanjang perbedaan itu tidak berakibat menyakiti satu sama lain, tetap kita bisa hidup damai dan bahagia… Setuju, nggak?
Saya pribadi punya pengalaman yang sangat indah dalam menghadapi perbedaan…
Saya punya sahabat sedari SMA hingga kini (insya Allah) yang berbeda agama. Tapi percayalah, selama 20 tahun berteman dengannya… alhamdulillah, tidak pernah sekalipun kami bermasalah karena perbedaan tersebut…
Bahkan tidak pernah terbersit sekalipun untuk membahas… bahwa kita punya perbedaan…
Justru kami seringnya cuhat-curhatan, sampe nangis bareng… ketika patah hati (uhuy… kisah jaman jomblo tea..) jangan ditanya soal ketawa ketiwinya, yaaaaaa… itu mah nggak keitung banyaknya….
Bersamanya saya bisa tertawa sambil terkikikik kikik… tapi juga bisa berpelukan menangisi nasib ditinggal kecengan… (hihi jujur niiih).
Saya menyayanginya… sepenuh hati sebagai salah seorang sahabat terbaik saya…
Setelah menikah…
Saya merasa beruntung… sekali. Saya bertetangga dengan orang-orang yang sangat baik…
Di awal pernikahan saya 11 tahun-an yang lalu, kami bertetangga dengan keluarga yang berasal dari pulau Dewata… Subhanallah… baiknya… mereka….
Masih teringat keadaan saya saat itu, merantau ke lain pulau, nggak ada sanak saudara, di kota yang benar2 asing sama sekali, lalu hamil muda pula dengan kondisi Hyperemesis Gravidarum, sementara suami saya banyak bepergian ke lokasi kerja di tengah laut. Keberadaan tetangga sebaik mereka benar-benar sunguh berarti buat saya… merekalah yang menggantikan peran keluarga saya yang jauh di sebrang sana… menemani saya ketika sakit… membelikan saya makanan ngidam… menghibur saya yang saat itu benar2 sendirian…
Dengan keadaan itu, adakah gunanya kita berpikir… wohoooy… kita beda!!!??
(Bu Ketut… I miss you)
Tahun kedua pernikahan, kami pindah rumah… Alhamdulillah… tetangga kali ini malah lebih jauh lagi perbedaannya… warna rambutnya aja sudah lain… kita hitam dia blondie… ya iya… kan londo Aussie… sementara tetangga kiri, WNI keturunan. Gimana kita menyikapi perbedaan?
Ya nggak gimana-gimana… lha wong kita nggak pernah berpikir kalo kita beda… kita nggak pernah berkoar-koar menyuarakan
“Wooohooooy… kita BEDAAA!!! Gua item elu putih!”
Hah? Buat apa coba??
Yang ada kami malah sering kirim-kiriman masakan… dan si bule malah beberapa kali ngundang kami makan di rumahnya… hmmm yummmyyy…
Sama koh Jefri tetangga sebelah kiri, kita malah suka titip-titip-an anak… hehehe kebetulan pas sama-sama punya bayi yang hampir seumuran…
So… lihaattt… ada manfaatnya mengagung-agungkan perBEDAan???
Tahun ketiga, saya pindah rumah lagi…
Di tempat ke 3 ini pun saya punya tetangga yang subhanallah… udah saya anggap tante sendiri…
(hiks bu John… pak John… kangeeeennn) gak bisa dituliskan bagaimana baiknya…
Kami yang perantau, jauh dari orang tua serasa menemukan tante dan oom di tempat ini…
Kami berbeda? Iya… beliau berdua Christian… rajin sekali buat kebaktian di rumahnya… dan kami…? Alhamdulillah selalu kebagian kue-kuenya
… enak… yummyy…
Kalau lebaran, beliau yang heboh memasakkan kami ikan bakar Rica nan suedaaap… Jadi menu openhouse lebaran di rumah kami selalu ada tambahan ikan bakar Rica… made in ibu John Wakkary *duuuh ngetik ini sambil ngilerrr*
Sampai sekarangpun tiap kami pulang menengok rumah ke Balikpapan, bu John gak pernah lupa membuatkan kami segala macam penganan yg sedap2… bahkan berkeras mengantarkan kami pulang sampai bandara… So sweeet… Saudara kandung aja belum tentu mau begitu… ![]()
Sungguh saya mencintai mereka….
Kami berbeda.. tapi pantaskah saya mengungkit2 perbedaan itu? adakah gunanya?
Lalu kami merantau lagi… ke negeri lain..
Sekeliling kami? lebih beragam lagi… orang Belanda, Norwegia, British, India, Thailand, Egypt, Nigeria, Gabon, Oman, Philiphine, Amerika, Italia, China, Malaysia.
Beda nggak? Ya iya laaah… bukan sekedar agama… ya fisiknya aja extrim banget bedanya…. Ada yang tuinggi gedeee… item… ada yang tinggi langsing… buleee… ada yang bulet pendek, mungil imut dan lucu (baca: saya atuh eta mah).
Ada yang tanktop-an tiap hari pagi sore siang malem biarpun lagi hujan angin… ada yang pake baju saree, ada yang pakai jubah item-item…, ada juga yang pake baju kebangsaan Nigeria yang ginjreng itu loooh…
Bahasanya…??? masha Allah… biar semua bisa berbahasa Inggris… teteuuup… komunikasi sering korslet… lha wong yang satu logat Arab, satu dialek Philipine satu aksen Belanda… satu lagi gaya Shah Rukh Khan.. satu lagi gaya Nigeria..dan gw dong konsisten Sund-Lish alias Sunda Inggris tea…
Sering saling ngak ngerti? hihi SERIIIINGGG banget…
Pernah berantem gara gara itu?
Alhamdulillah, insya Allah, Allah saksinya… TIDAK PERNAH sama sekali…
Benar-benar berbeda… benar-benar penuh warna..
Tapi damai… rukun… tetap berteman… bersinergi… bekerja sama…
Mereka pun sudah bagaikan keluarga buat saya… Shoulder to cry on ketika ada yang dirudung masalah… sudah menjadi keluarga terdekat ketika yang satu sakit dan membutuhkan bantuan… sudah jadi teman berbagi… bercerita… tertawa, bahkan menangis bersama…
Kita memang berbeda, SANGAT BERBEDA, malah… tapi kita TETAP BERTEMAN, tetap saling menghormati, menghargai, menyayangi…
Kenapa? ya karena semuanya kita nggak pernah membahas apa yang menjadi perBEDAan diantara kita…
Gak ada yang mengkritik… “Hei… kenapa tubuhmu pendek gendut, Ivy??”
Gak ada yang bilang “Kenapa Tuhanmu terlalu banyak permintaan ke mahluknya…??”
Gak pernah terdengar “Kenapa kamu menyembah lebih dari 1 Tuhan?”
Gak juga ada yang komplain”Kenapa kamu vegetarian?”
Atau “Kamu kok bodoh gak mau minum wine”
“Kenapa kamu tiap hari bakar dupa?”
atau “Kenapa kamu gak percaya Tuhan??”
Gak pernah.
Karena kita semua sudah tahu sama tau…
Kita memang berbeda…
dan perbedaan itu nggak akan pernah mungkin kita seragamkan…
Dan lagi memang gak ada gunanya menjadi seragam…
Dari sononya, Tuhan sudah menciptakan mahluknya berbangsa-bangsa, bukan?
Alhamdulillah… mereka orang-orang yang matang secara pemikiran..
Meskipun perbedaan terhampar berwarna-warni di depan mata, tak sekalipun, ada yang berkoar-koar mengumumkan “Inilah saya… saya itu begini… bla bla bla… nahhh… kamu beda sama saya!!!”
(Hahaha kalo sampai ada pasti dicap orang GILA deh tuh orang…)
Jadi Moral of this note…
Jangan takut menghadapi perbedaan…
Dan gak perlu mengagung-agungkan (baca; mengkoar-koarkan) perBEDAan…
Jalani saja hidup ini… hadapi masalahnya… cintai sekelilingmu… syukuri betapa banyak orang yang care sama kita…
Jangan lah… cuma karena ingin dibilang ‘pemikir’ , cuma karena ingin terlihat ‘cerdas’… kita sampai mati-matian berusaha eksis…
Berkoar-koar di forum umum. Mengumumkan:
“INILAH GW! Mahluk unik nan berbeda dengan kaumnya…!
Gw lain sama elo! Jangan salahkan gw! Karena gw emang lain!”
Waaaakkkksss????
Percayalah… itu hanya membuat diri kita terlihat bodoh dan menyebalkan di mata orang…
KITA MEMANG BEDA…
LALU KENAPA? ya… nggak kenapa-kenapa, kan…….














