Persahabatan, tentunya bukan kata yang asing bagi telinga kita. Meskipun mungkin tiap orang mempunyai definisi yang berbeda-beda mengenai arti kata ‘sahabat’ dan ‘persahabatan’. Bagi saya sendiri, Sahabat adalah seseorang yang secara emosi (bukan physically) lebih dekat dari pada sekedar teman. Teman sejati, adalah kata yang saya rasa bisa disamakan dengan sahabat.
Seorang yang dinamakan sahabat, menurut kamus saya adalah orang yang selalu menerima kita dalam keadaan apapun, baik sakit maupun sehat, saat kita miskin maupun kaya, ketika kita sedih maupun senang, sewaktu kita kecewa maupun bahagia.
Dengan sahabat, kita bisa berbagi kesedihan tanpa ada rasa khawatir untuk dilecehkan, dan kita bisa berbagi kebahagiaan tanpa khawatir akan munculnya rasa dengki.
Bersama sahabat, kita akan merasa batin menjadi damai, hati ceria, dan bahagia… karena kita tahu, bersamanya kita bisa tertawa bersama, dan bila salah satu diantara kita ‘terluka’ maka yang lain akan siap membalutnya…
Tidak jadi masalah, apa jenis kelaminnya, apa warna kulitnya, apa bahasanya, dan di mana tinggalnya, seorang sahabat, akan tetap bersemayam di hati kita, karena kita tahu, siapapun dan di manapun mereka, mereka tetaplah sahabat kita.
Yang namanya teman mungkin tak terhitung jumlahnya, tapi teman sejati atau sahabat, jumlahnya tidaklah banyak… bagi saya, teman yang cuma ada di kala saya tertawa tapi ngibrit di kala saya sakit, itu bukanlah sahabat saya… seorang teman yang cemburu ketika saya bahagia, tapi bertepuk tangan ketika saya kecewa, juga bukanlah seorang sahabat. Mereka hanya teman. Seseorang yang mungkin secara fisik dekat, tapi secara hati… tidak.
Satu lagi, seorang sahabat, haruslah mampu menjaga kepercayaan sahabatnya, bukannya malah membuka aib atau menyebarkan rahasia bahkan memfitnah sang sahabat dibelakangnya.
(Jangankan buat jadi sahabat, orang model terakhir ini malah langsung otomatis tidak layak masuk kategori ‘teman’ sekalipun bagi saya..)
Susah ya jadi seorang sahabat? ya, bisa jadi, karena persahabatan memang menggunakan hati, membutuhkan segudang keikhlasan, berton-ton cinta, serta beribu pengertian. Dan tidak semua orang saya rasa mampu memberikan cinta, pengertian dan keikhlasan pada orang lain… Sebagai seorang sahabat, kita juga mesti mempunyai kelapangan hati dan bersedia menjadi ‘shoulder to cry on’, ketika sahabat kita sedang membutuhkan dukungan…
Hanya orang-orang tertentu, yang bisa melakukan itu… hanya kepada orang-orang tertentu juga, kita bisa melakukannya dan merekalah, sahabat kita…
Indah yaaa… persahabatan versi saya…
Iya, memang indah sekali… Karena itu, saya adalah orang yang paling tidak tahan hidup tanpa sahabat… di manapun kapanpun saya berada, saya selalu berusaha mencari teman yang sekiranya dapat dijadikan sahabat…
Sampai-sampai, setiap saya akan pindah tempat kerja ataupun tempat tinggal, salah satu do’a yang saya panjatkan adalah… “Ya Tuhan, berilah saya sahabat-sahabat yang baik di tempat yang baru..”
(Dengan sama sekali tidak mengecilkan arti sahabat-sahabat lama yang telah saya miliki sebelumnya… Karena jarak yang memisahkan kita, tentunya sulit untuk intens berinteraksi, tapi mereka tetap bersemayam di dalam hati saya selamanya)
Alhamdulillah, di Miri, tempat saya merantau kali ini pun Tuhan berkenan mempertemukan saya dengan sahabat-sahabat baru. Uniknya, mereka berasal dari beberapa negara berbeda, agamapun berbeda-beda, begitu juga bahasanya. Tapi secara hati, kita semua saling mengerti… bersama mereka, hidup saya di Miri yang sempat garing, jadi berbunga… duuuh…. makasih yaaa… sahabat2ku tercintaaa…
Hari Kamis kemarin (tanggal 1 Januari 2009) Poom, salah seorang dari sahabat saya itu mengadakan Friendship Lunch. Tujuannya buat merayakan persahabatan kita, dan mengawali tahun baru ini dengan indahnya persahabatan…
Duuuuuh… senangnya…. ini nih foto saya dan sahabat-sahabat saya di Miri dalam acara Friendship Lunch kemarin…
Mey, Poom, Ivy, Vinitha, Veena















Kalu gitu, catat saya sebagi sahabat ya he he
dengan senang hati, mas EWA…
catat saya sebagai orang ganteng
aduuuh… maaf… kayaknya nggak bisa deeh… bohong itu kan dosa, chanky…